Dunia Akhir Tragis Para Diktator Dunia

VIVAnews – Mantan penguasa Libya, Muammar Khadafi, tewas di tangan kaum pemberontak. Setelah beberapa bulan melarikan diri, sejak benteng pertahanannya runtuh, ia ditangkap di sebuah gorong-gorong dalam kondisi bersimbah darah.

Diseret dari gorong-gorong, ia lalu diarak kaum pemberontak yang tergabung dalam tentara Dewan Transisi Nasional (NTC). Ditodong dengan pistol. Dijambak rambutnya. Beberapa saat kemudian, nyawanya melayang akibat luka tembak di kepala.

Mayatnya menjadi ‘mainan’ kaum pemberontak. Menjadi objek foto yang kemudian tersebar luas di dunia maya.

Kisah itu mungkin mengingatkan pada kematian tragis sejumlah diktator dunia lainnya. Berikut penggalan kisahnya, seperti dikutip Daily Mail.

Benito Mussolini
Seiring kekalahan Jerman atas sekutu, diktator Italia yang menganut faham Fasisme ini melarikan diri ke Swiss. Namun, ia ditangkap di tengah perjalanan bersama wanita simpanannya, Clara Petacci, pada 27 April 1945. Ia ditembak pada hari berikutnya. Jasadnya dibawa ke Milan dan digantung terbalik di depan umum. Masyarakat menonton dengan sukacita, melempari, dan meludahinya.

Adolf Hitler
Saat tentara Rusia mulai menguasai Berlin, diktator Jerman ini bersembunyi di bunker bersama belahan jiwanya, Eva Braun, dan pemimpin Nazi lainnya. Di tengah kondisi tanpa harapan, ia diyakini menembak dirinya sendiri dengan pistol 7.65mm Walther PPK, pada 30 April 1945.

Namun belakanga, kematiannya di tahun itu diragukan. Sejumlah penemuan menguatkan teori konspirasi bahwa ia diduga berhasil melarikan diri dan mati di usia tua. Ada yang mengatakan Hitler mati di Argentina, Brasil, Amerika Selatan, bahkan Indonesia.

Nicolae Ceausescu
Bersama isterinya, mantan penguasa Rumania ini melarikan diri dengan helikopter setelah menembak mati Menteri Pertahanan Vasile Milea. Beberapa bulan kemudian, tepatnya Natal 1989, ia dan istrinya akhirnya diadili atas tuduhan penimbunan kekayaan secara ilegal dan genosida terhadap demonstran. Dalam kondisi tangan terikat, mereka divonis mati dengan tembakan AK-47 di kepala.

Saddam Hussein
Setelah sempat hidup dalam pelarian sekitar delapan bulan, mantan penguasa Irak itu tertangkap di sebuah gudang pertanian tak jauh dari kota kelahirannya, Tikrit, pada 13 Desember 2003. Ia ditangkap hidup-hidup dan pengadilan menjatuhkan vonis mati atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan pada 5 November 2006. Ia akhirnya meregang nyawa di tiang gantung pada 30 Desember 2006.

Muhammad Najibullah
Perang saudara memaksa mantan Presiden Republik Komunis Demokratik Afganistan ini turun jabatan pada April 1992. Sejak itu, ia, yang pernah mengepalai dinas rahasia yang menyiksa dan membunuh puluhan ribu warga Afganistan, bersembunyi di kantor PBB.

Seiring kejatuhan Ibukota Kabul pada 1996, Taliban menyeret Najibullah dan saudaranya keluar dari komplek PBB. Mereka disiksa dan dibawa ke istana untuk ditembak. Mayat mereka lalu diseret dengan mobil dan digantung selama dua hari di hadapan publik.

• VIVAnews

Posted on Oktober 22, 2011, in Hukum. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada Dunia Akhir Tragis Para Diktator Dunia.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: