Tanda Tanya Di Balik Bungkamnya Pidato Castro

HAVANA (Berita SuaraMedia) – Beredar rekaman video yang memperlihatkan Fidel Castro dalam tayangan televisi malam hari. Castro, dalam tayangan itu, terlihat di lokasi monumen pahlawan nasional Kuba, Jose Marti, di Havana Revolution Square, yang hanya berjarak sepelempar batu dari kantor lamanya di Gedug Dewan Pemerintahan. Untuk kedua kalinya dalam seminggu, Castro mengenakan baju seragam hijau yang mengingatkan kembali dengan seragam militer yang dulu biasa ia kenakan.

Laporan berita itu menyebutkan, setelah memberikan penghormatan kepada Marti pagi ini, Castro, yang akan menginjak usia 84 tak sampai tiga minggu lagi, bertemu dengan sejumlah seniman, musisi, anggota parlemen, dan Pendeta untuk  Perdamaian, sebuah kelompok warga Amerika yang mengunjungi Kuba minggu ini dan mengabaikan larangan perjalanan yang dikeluarkan pemerintah AS.

Kelompok tersebut membawa serta sumbangan berwujud komputer, pasokan medis dan keperluan sekolah untuk negara pulau tersebut, kata laporan itu. Terlihat dalam video tersebut, Castro tampak duduk di dalam sebuah ruangan besar dan berbicara di hadapan puluhan orang.

Siegelbaum melaporkan bahwa ada seorang penyiar berita yang menyebut Castro akan segera menerbitkan buku berisi pengalaman perangnya dalam menggulingkan Batista. Ia juga menyebut bahwa, kepada audiens, Castro telah berbicara mengenai tumpahan minyak BP serta akan mem-posting sebuah blog yang khusus membahas hal itu.

Sebelumnya, sebuah tim B yang beranggotakan para pembicara sosialis merayakan Hari Revolusi Kuba dengan mengecam AS dalam segala hal, mulai dari konsumsi narkoba, perang Irak hingg dukungan militer AS untuk Kolombia, mereka menyebut Amerika Serikat sebagai penjahat besar dalam berbagai urusan dunia.

Tapi, Presiden Raul Castro tak pernah terlihat naik mimbar. Presiden Hugo Chavez juga membatalkan rencana perjalanan ke Kuba. Hari itu merupakan pertama kalinya dua bersaudara Castro tidak berpidato pada Hari Revolusi, membuat kecewa sebagian warga Kuba. Tidak ada alasan yang diberikan atas pembatalan itu.

Dua bersaudara Castro sering menggunakan tanggal 24 Juli, tanggal paling penting dalam kalender Kuba, untuk menetapkan agenda tahun yang akan datang dan mengumumkan perubahan besar. Seringnya Fidel tampil di hadapan publik setelah bertahun-tahun absen melahirkan spekulasi yang menyebut bahwa ia akan naik panggung bersama adiknya dan bahkan mungkin berbicara kepada rekan-rekannya.

Tidak berpidatonya dua tokoh itu mengejutkan banyak kalangan, khususnya karena warga Kuba menunggu-nunggu pidato dari para pemimpin, yang jika digabungkan maka keduanya telah berkuasa lebih dari setengah abad.

Kuba mengalami kemerosotan ekonomi, dan ada peringatan dari para intelektual yang menyebut bahwa korupsi menggerogoti fondasi revolusi Kuba. Raul Castro berusaha membuka ekonomi sambil berusaha mendorong warga Kuba bekerja lebih keras dan tidak menggantungkan segalanya pada pemerintah.

Pemerintah Kuba juga harus memenuhi janji pembebasan 52 tahanan politik yang dipenjara sejak 2003.

Puluhan ribu orang memenuhi plaza di kota Santa Clara di depan sebuah patung perunggu raksasa tokoh revolusi Ernesto “Che” Guevara. Banyak orang yang mengenakan kaus merah yang bergambar Che atau tema lain yang menghormati revolusi.

Para pemimpin partai setempat berpidato dengan diselingi musik, pembacaan puisi, dan teriakan “Jayalah Revolusi!”

Wapres Jose Ramon Machado menjadi pembicara utama, ia mengimbau warga Kuba mengencangkan ikat pinggang dan membuat perubahan terhadap ekonomi tertutup.

Meski dua bersaudara Castro tidak muncul pada hari Senin, keduanya tampil secara terpisah di tempat lain pada malam harinya. Fidel meletakkan karangan bunga di monumen Jose Marti, sementara Raul muncul di televisi Kuba dan Venezuela, membahas hubungan baru dengan Venezuela dan mengatakan bahwa Kuba tetap berada di belakang sekutunya tersebut dalam menghadapi masalah dengan Kolombia.

Saat muncul pada akhir minggu, Fidel mengenakan kaus hijau yang mengingatkan pada seragam militer yang amat identik dengannya. Di Santa Clara, Machado memuji muncul kembalinya Fidel yang disebutnya memberi harapan pada rakyat.

“Kembalinya komandan kita adalah sebuah kebanggaan dan membuat senang seluruh revolusioner hari ini,” katanya.

Chavez membatalkan kunjungan karena konflik diplomatik dengan Kolombia. Pembatalan dilakukan pada saat-saat terakhir. Ia mengirimkan Menteri Energi Ali Rodriguez untuk mewakilinya, Rodriguez menyalahkan AS atas konfrontasi antara Venezuela dan Kolombia. (dn/cbs) www.suaramedia.com

Posted on Agustus 14, 2011, in Politik. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada Tanda Tanya Di Balik Bungkamnya Pidato Castro.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: