Sejarah Klasik Buat Uruguay

Santa Fe – Uruguay melangkah ke semifinal Copa America 2011 setelah mengandaskan tuan rumah Argentina lewat adu penalti. Kemenangan itu terjadi di sebuah hari bersejarah La Celeste di kancah sepakbola.

Mencoba melanjutkan penampilan sensasionalnya di Piala Dunia tahun lalu di Afrika Selatan, Uruguay tidak mengawali Copa dengan mulus. Di dua pertandingan pertamanya mereka cuma mendapatkan dua angka, hasil seri 1-1 melawan Peru dan Chile. Baru di laga ketiga, dalam laga yang menentukan, mereka berhasil mengalahkan Meksiko 1-0 dan lolos ke babak perempatfinal.

Menghadapi Argentina di Santa Fe, Sabtu 16 Juli malam waktu setempat, tim asuhan Oscar Tabarez itu tampil sangat baik. Mereka mampu membongkar jala lawan terlebih dulu melalui Diego Perez, sebelum dibalas Gonzalo Higuain.

Jalan mereka seketika terlihat menanjak ketika di menit 38 kehilangan Perez yang dikartu merah. Meski begitu, Diego Forlan dkk mampu menjaga permainan dan meredam serangan-serangan pasukan “Tango”, paling tidak selama hampir 50 menit berikutnya, sampai Argentina pun kehilangan Javier Mascherano karena kartu merah di menit 86.

Duel dilanjutkan selama 2 X 15 menit babak tambahan. Skor tak berubah, tetap 1-1, adu penalti diadakan. Kelima algojo Uruguay sukses, sedangkan satu penendang Argentina gagal, yaitu Carlos Tevez. Uruguay menembus babak semifinal.

“Saya sangat senang. Ini salah satu partai klasik tertua di dunia. Dari sejarahnya, sangat sulit buat kami untuk mengalahkan Argentina,”sambut pelatih Tabarez dikutip AFP.

Uruguay pernah pula menudukkan Argentina di kandang lawannya itu di Copa America 1987. Lewat gol tunggal Antonio Alzamendi, mereka menyingkirkan Albiceleste di semifinal di Buenos Aires.

Terkait tanggal, Uruguay memiliki sejarah dengan 16 Juli. Di tahun 1950 mereka bermain di final Piala Dunia 1950 melawan tuan rumah Brasil di stadion terbesar Maracana. Hasilnya, Uruguay menang 2-1 dan untuk kali kedua memenangi turnamen terbesar di dunia itu.

“16 Juli merupakan tanggal bersejarah. Kami sudah membahas hal ini, dan kami juga ingin membuat sejarah,” cetus penyerang Luis Suarez, yang juga menilai timnya layak mendapatkan kemenangan tersebut, karena mampu bertahan saat Perez dikartumerah.

Uruguay, yang terakhir kali menjuarai Copa di tahun 1995, akan bertemu Peru (lagi) di babak semifinal di La Plata pada Selasa (19/7) malam, atau Rabu (20/7) pagi WIB.

( a2s / a2s )    www.detik.com

Posted on Juli 17, 2011, in Olahraga. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada Sejarah Klasik Buat Uruguay.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: