Tak Sarapan Bukannya Cegah Obesitas, Tapi Perparah Jantung!

Dibanding waktu makan yang lain, posisi sarapan alias makan pagi sangat vital. Para ahli berkali-kali mengingatkan pentingnya sarapan untuk memulai aktivitas. Sarapan juga bisa membentuk jantung sehat. (foto: Google)Dibanding waktu makan yang lain, posisi sarapan alias makan pagi sangat vital. Para ahli berkali-kali mengingatkan pentingnya sarapan untuk memulai aktivitas. Sarapan juga bisa membentuk jantung sehat. (foto: Google)

Untuk menghindari jalan macet, banyak orang terburu-buru untuk berangkat kerja sehingga sampai lupa sarapan. Jika hal ini juga terjadi pada Anda, ubah kebiasaan ini mulai sekarang! Sebab, sering membiarkan perut kosong keroncongan dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung.

Fakta penelitian terbaru menunjukkan, sarapan secara teratur setiap hari akan mampu menurunkan obesitas, timbunan lemak yang lebih besar di sekitar perut dan kadar kolesterol tinggi. Sehingga, bisa mengurangi risiko mengalami serangan jantung, demikian laporan Daily Mail.

Sarapan juga bermanfaat untuk mensuplai tubuh dengan nutrisi dan energi tanpa meningkatkan kadar gula dalam darah dan kadar insulin.

Menurut studi, orang yang potensial terkena serangan jantung adalah mereka yang sejak kecil sampai dewasa tidak membiasakan diri sarapan, diberitakan dari Times Of India. 

Penelitian sebelumnya memang telah mengungkap manfaat sarapan untuk kesehatan jantung, tapi studi terbaru yang dipublikasikan American Journal of Clinical Nutrition ini berhasil menunjukkan adanya risiko jangka panjang bila Anda tidak pernah sarapan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap partisipan yang usianya mendekati 30 tahun yang selama ini jarang sarapan, menunjukkan tubuh mereka tengah mengembangkan penyakit jantung.

Menurut penelitian, kebiasaan tidak sarapan sebelum beraktivitas juga dapat mempengaruhi cara tubuh Anda dalam menyimpan lemak. Ahli diet, Catherine Collings, menegaskan kebiasaan melewatkan sarapan menandakan gaya hidup yang tidak sehat.

Sebelumnya para ahli berkali-kali mengingatkan pentingnya sarapan untuk memulai aktivitas.

Tapi tak sedikit orang yang sering melewatkan sarapan dengan alasan terburu-buru atau ingin menurunkan berat badan. Padahal terlalu sering tidak sarapan bisa berbahaya bagi jantung.

“Meski tidak berdampak langsung, tapi bahaya jangka panjang akan menghantui Anda. Tidak sarapan adalah penanda untuk gaya hidup yang tidak sehat dan kacau,” tegas Collins. (fn/vs/dt) www.suaramedia.com

Posted on Juli 11, 2011, in Kesehatan. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada Tak Sarapan Bukannya Cegah Obesitas, Tapi Perparah Jantung!.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: