Presiden Merz: Adzan Tak Akan Terdengar Di Swiss

 

Presiden Swiss, Hans-Rudolf Merz dalam sebuah jumpa pers dengan media di Bern pada 22 Oktober 2009 lalu. Merz pada selasa lalu (17/11) menyatakan bahwa Muslim di Swiss diperkenankan melaksanakan ajaran agamanya, namun melarang adanya adzan di negara tersebut. (Berita SuaraMedia)Presiden Swiss, Hans-Rudolf Merz dalam sebuah jumpa pers dengan media di Bern pada 22 Oktober 2009 lalu. Merz pada selasa lalu (17/11) menyatakan bahwa Muslim di Swiss diperkenankan melaksanakan ajaran agamanya, namun melarang adanya adzan di negara tersebut. (Berita SuaraMedia)

merzi_1

JENEWA (Berita SuaraMedia) – Presiden Swiss, Hans-Rudolf Merz, pada hari Selasa mengatakan kepada para pemilih bahwa seruan adzan tidak akan diperdengarkan di Swiss, tepat saat ia sedang berkampanye melawan sebuah referendum untuk melarang pembangunan menara Masjid. 

“Kaum Muslim harus dapat mempraktikkan ajaran agamanya dan memiliki akses untuk membangun menara Masjid di Swiss. Namun seruan adzan tidak akan terdengar di sini,” ujar Merz dalam sebuah video yang ditayangkan secara nasional.

Masyarakat Swiss melakukan pemungutan suara pada tanggal 04 juli mengenai gerakan yang diluncurkan oleh kelompok sayap kanan untuk melarang pembangunan menara Masjid, yang didukung oleh  partai politik terbesar di negara tersebut, Partai Rakyat Swiss (SVP).

Pemerintah Swiss dan semua partai politik lainnya menentang gerakan untuk melarang menara Masjid itu.

Pada hari Selasa, Merz menegaskan sikap pemerintah, menyerukan kepada masyarakat untuk menolak Inisiatif SVP menentang pembangunan menara Masjid.

“Setiap agama memiliki arsitekturnya sendiri-sendiri, baik itu gereja, sinagog, maupun menara Masjid,” tambahnya.

“Dari situ saya dapat melihat ekspresi keragaman dalam masyarakat kita. Swiss menjamin kebebasan beragama. Kita hidup di dalam masyarakat yang multibudaya dan terbuka. Semua penganut agama, termasuk kaum Muslim, harus dapat mempraktikkan keyakinannya.”

Pemerintah berargumen bahwa hukum perencanaan yang ada telah cukup memastikan dipatuhinya peraturan bangunan lokal, sementara legislasi yang melarang suara ribut dapat membuat seruan adzan dihentikan.

Sebuah jajak pendapat awal bulan ini oleh harian Tages-Anzeiger mengindikasikan bahwa lebih dari 51% pemilih menolak larangan pembangunan menara Masjid, dan hanya 35% yang mendukungnya.

Partai Rakyat Swiss (SVP) telah menyebarkan sebuah poster kampanye bergambar seorang wanita mengenakan burka dengan latar belakang bendera Swiss dan beberapa menara Masjid yang berdiri tegak.

“Berhenti! Ya untuk larangan terhadap menara Masjid,” bunyi poster itu dalam bahasa Jerman dan Perancis, merujuk pada referendum tentang pembangunan menara Masjid di bulan November.

Komisi pemerintah menyatakan bahwa poster-poster itu menimbulkan prasangka, terlalu merendahkan, dan menggambarkan Islam dengan cara yang buruk.

Kota Basel dan Lausanne sebelumnya telah mendeskripsikan poster itu bersifat rasis dan melarangnya ditempel di tempat-tempat publik.

Salah satu grup media besar di Swiss, Ringier, telah menyatakan tidak akan mempublikasikan poster tersebut. Tages-Anzeiger dan Minuten Dailies juga tidak akan mempublikasikannya.

SVP telah mengumpulkan lebih dari 100.000 tanda tangan untuk mendorong dilakukannya referendum atas isu menara Masjid setelah Senat menolak proposal larangan mereka.

Kampanye anti menara SVP telah menimbulkan protes keras, dengan pemerintah mengecamnya sebagai tindakan diskriminatif dan tidak konstitusional.

Partai Demokrat Bebas (FDP) yang berhaluan tengah-kanan juga menyerang ide tersebut, mengatakan bahwa ide itu hanya akan mengumpulkan ketakutan-ketakutan yang tak terlihat sebelumnya terhadap kaum Muslim di Swiss.

Para uskup Katolik Roma di negara itu juga mendesak para pemilih untuk menolak larangan terhadap pembangunan menara.

Amnesti International mengutuk keras larangan tersebut, memperingatkan adanya tujuan tersembunyi untuk mengeksploitasi ketakutan terhadap Muslim dan mendorong xenophobia demi kepentingan politik.

Komisi pemerintah mengatakan bahwa poster-poster itu mendorong ide bahwa minoritas Muslim di Swiss berbahaya. Poster itu juga mengirim pesan bahwa kaum Muslim berusaha mendominasi masyarakat Swiss, menindas para wanita, dan tidak menghormati hak-hak dasar.

“Ini sama saja dengan memfitnah populasi Muslim yang penuh damai.”

Kampanye anti menara Masjid ini telah mengejutkan penduduk Muslim Swiss yang berjumlah sekitar 350.000 jiwa. Banyak dari mereka yang telah berkampanye selama bertahun-tahun agar keyakinan mereka lebih diakui.

 

 

 

 

sumber(rin/ab/sm) www.suaramedia.com

Posted on Juli 5, 2011, in Agama. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada Presiden Merz: Adzan Tak Akan Terdengar Di Swiss.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: