Kongres Yahudi Dunia Kecam Pengkudusan Paus Era Nazi

Paus Pius XII merupakan Paus yang diangkat pada zaman Nazi, dianggap bungkam atas peristiwa Holocaust sehingga mendapat kecaman umat Yahudi. (Berita SuaraMedia)Paus Pius XII merupakan Paus yang diangkat pada zaman Nazi, dianggap bungkam atas peristiwa Holocaust sehingga mendapat kecaman umat Yahudi. (Berita SuaraMedia)

Catatan yang dibikin Yahudi mengenai bungkamnya Paus Pius XII atas peristiwa Holocaust. (SuaraMedia News) 

  • Sebelumnya
  • 1 of 2
  • Berikutnya

BRUSSELS (Berita SuaraMedia) – Kongres Yahudi Dunia (WJC) pada hari Senin mengecam langkah Vatikan mengangkat paus era perang yang kontroversial, Paus Pius XII, ke atas kursi kesucian.

 

“Selama arsip Paus Pius tentang periode krusial tahun 1939 hingga 1945 tetap menjadi rahasia, dan hingga sebuah konsensus tentang tindakan-tindakannya mengenai perburuan terhadap jutaan kaum Yahudi dalam peristiwa Holocaust tidak diwujudkan, pengkudusan menjadi langkah yang terlalu dini dan tidak pada tempatnya,” ujar Presiden WJC) Ronald Lauder dalam sebuah pernyataan.

Ia menambahkan bahwa kekhawatiran kuat mengenai peran politik Paus Pius XII dalam Perang Dunia II tidak boleh diabaikan.

Vatikan memicu kemarahan komunitas Yahudi pada hari Sabtu dengan sebuah langkah untuk lebih mendekatkan Pius – yang proses pengkudusannya diluncurkan pada tahun 1967 – ke kesucian.

Kepala Dewan Yahudi Pusat Jerman, Stephan Kramer, mengatakan bahwa pendirian Vatikan atas Pius adalah sebuah pembajakan fakta sejarah era Nazi.

Paus Benedict XVI dari Jerman, yang ia sendiri menjadi pusat kontroversi atas keanggotaannya dalam Kepemudaan Hitler di masa lalu – telah secara publik membela Pius XII.

Langkah untuk mengkuduskan Pius XII telah lama menjadi sumber ketegangan dengan kelompok Yahudi karena sudut pandang dari banyak sejarawan yang menyebutkan bahwa ia tetap pasif selama Holocaust Nazi.

Rabi Perancis Gilles Bernheim menyerukan pada Vatikan untuk meninggalkan niatnya mengkuduskan Pius, mengatakan bahwa ia bukan contoh moralitas yang baik.

“Mengingat sikap diam Pius selama dan setelah Holocaust, saya tidak ingin mempercayai bahwa umat Katolik melihat ada contoh moralitas untuk kemanusiaan dalam dirinya. Saya berharap gereja akan meninggalkan rencana pengkudusan itu dan menghormati pesan dan nilai-nilainya,” ujar Bernheim.

Langkah tersebut adalah antitesis dari dialog Yahudi-Kristen yang dimulai tahun 1945, ujarnya.

Kramer mengatakan bahwa Benedict sedang menulis ulang sejarah.

“Ini jelas sebuah pembajakan fakta sejarah tentang era Nazi. Benedict XVI menulis ulang sejarah tanpa mengijinkan adanya diskusi saintifik serius. Itulah yang membuat saya marah,” ujarnya.

Para pemimpin Yahudi Italia mengeluarkan pernyataan pada hari Sabtu yang mengatakan bahwa mereka masih menunggu akses ke arsip tersebut sehingga mereka dapat lebih baik dalam menilai Pius XII.

“Kami tidak melupakan deportasi kaum Yahudi dari Italia dan terutama kereta api yang mendeportasi 1.021 orang pada tanggal 16 Oktober 1943, yang meninggalkan stasiun Tiburtina Roma menuju Auschwitz, hingga sikap diam Pius XII,” ujar mereka.

Enam juta Yahudi dan lainnya yang dianggap tidak diinginkan oleh rezim Adolf Hitler dimusnahkan selama Perang Dunia II.

Paus Benedict kadang terbata-bata untuk mengembangkan hubungan antaragama.

Yang paling baru, ia mengijinkan pengenalan kembali doa Jumat Agung kontroversial yang menyerukan para Yahudi untuk masuk ke agama Kristen.

Sejarah perburuan Kristen terhadap Yahudi, termasuk genosida, pengasingan, penyaliban, dan diskriminasi, berawal sejak 2.000 tahun yang lalu.

Kaum Yahudi dan Kristen berbagai satu kitab suci yang sama, yang disebut Yahudi sebagai Taurat dan Kristen Perjanjian Lama.

Yahudi tidak mengakui Yesus sebagai Mesiah dan tidak menganggap Perjanjian baru sebagai firman Tuhan.

Menganggap Yesus sebagai Mesiah palsu, kaum Yahudi masih menunggu kedatangan Mesiah yang asli. (rin/me) www.suaramedia.com

Posted on Juni 27, 2011, in Agama. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada Kongres Yahudi Dunia Kecam Pengkudusan Paus Era Nazi.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: